Panduan Pelaporan Dana SPP Perguliran pada PNPM MPd.


I.    LAPORAN PERKEMBANGAN PINJAMAN

 

I.1. Tujuan

Tujuan laporan perkembangan pinjaman adalah untuk mengetahui perkembangan kegiatan pinjaman dari dana BLM maupun dana bergulir secara per bulanan. Indikator utama yang dapat dihasilkan secara langsung dari laporan ini adalah saldo pinjaman, tingkat pengembalian pinjaman dan jumlah tunggakan. Dengan demikian laporan ini menunjukkan hasil kegiatan pinjaman (SPP dan UEP).

 

I.2.  Format Laporan

Format Laporan Perkembangan Pinjaman adalah sama mulai dari tingkat kecamatan sampai dengan tingkat nasional, kolom lokasi dilaporkan secara berjenjang tingkat kecamatan kolom lokasi menunjukkan desa-desa dalam kecamatan, tingkat kabupaten kolom lokasi menunjukkan kecamatan-kecamatan dalam kabupaten, tingkat provinsi kolom lokasi menunjukkan kabupaten-kabupaten dalam provinsi, dan tingkat nasional kolom lokasi menunjukkan provinsi sebagai berikut :

«     Lokasi adalah lokasi yang dilaporkan.

«     Alokasi Pinjaman yaitu menunjukkan seluruh alokasi pinjaman yang dilakukan pada wilayah yang dilaporkan. Alokasi pinjaman ini mencakup dana awal dan dana perguliran secara kumulatif sehingga dapat dikatakan sebagai indikator omzet pinjaman yang telah disalurkan pada wilayah tersebut.

«     Target Pengembalian Kumulatif sampai dengan bulan ini yaitu target yang harus dicapai berdasarkan jadwal angsuran yang telah disepakati atas alokasi pinjaman. Target ini merupakan kumulatif target seluruh alokasi pinjaman pada wilayah tersebut.

«     Realisasi Pengembalian sampai dengan bulan lalu adalah kumulatif pengembalian dari target pengembalian sampai dengan bulan ini sehingga indikator ini merupakan hasil pengembalian balk pokok maupun bunga sampai dengan bulan lalu.

«     Realisasi Pengembalian sampai dengan bulan ini adalah jumlah angsuran yang diterima pada bulan ini baik pengembalian pokok maupun pendapatan bunga.

«     Realisasi Pengembalian sampai dengan bulan ini adalah kumulatif seluruh pengembalian yang diterima. balk pokok pinjaman maupun bunga sampai deng an bulan ini.

«     Saldo Pinjaman adalah dana pinjaman yang masih beredar di masyarakat yang dapat dihitung dari jumlah alokasi pinjaman dikurangi oleh jumlah realisasi pengembalian sampai dengan bulan ini. Tingkat pengembalian (dalam %) adalah realisasi pengembalian sampai dengan bulan ini dibandingkan dengan target pengembalian kumulatif sampai dengan bulan ini.

«     Tunggakan Pengembalian sampai dengan bulan ini adalah jumlah seluruh tunggakan yang masih ada di masyarakat dihitung dari target pengembalian kumulatif dikurangi dengan realisasi pengembalian sampai dengan bulan ini.

 

I.3. Fungsi Laporan Perkembangan Pinjaman

Fungsi Laporan Perkembangan Pinjaman berbeda dalam berbagai tingkatan wilayah dan dapat dijelaskan sebagai berikut :

 

«     Tingkat Kecamatan :

a)     Dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan penerapan sanksi lokal baik pada tingkat desa maupun kelompok.

b)     Dapat digunakan sebagai indikator potensi pendapatan dalam penyusunan anggaran pendapatan dan biaya UPK.

c)      Dapat digunakan sebagai indikator pinjaman bermasalah.

d)     Sebagai acuan supervisi FK

«     Tingkat kabupaten :

a)     Dapat digunakan sebagai acuan penilaian rata-rata pengembalian kecamatan dalam wilayah kabupaten.

b)           Memberikan informasi kondusif atau ticlak kondusif yang berkaitan dengan program – program dengan kegiatan penyaluran pinjaman.

c)      Dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan kategori “kecamatan bermasalah”

d)     Dapat digunakan sebagai Lokasi Percontohan bagi kecamatan yang dinilai baik.

e)     Sebagai acuan supervisi fasilitator kabupaten

f)       Sebagai bahan pertimbagan evaluasi kinerja. FK dalam kegiatan pinjaman

 

 

II. LAPORAN KOLEKTIBILITAS

II.1. Tujuan

Tujuan Laporan Kolektibilitas Pinjaman adalah untuk mengetahui risiko pinjaman bukan berdasarkan risiko tunggakan tetapi risiko pinjaman basis kelompok, sehingga dapat dikatakan bahwa laporan kolektibilitas menunjukkan kualitas kelompok peminjam. Dalam laporan kolektibilitas satu kelompok hanya mempunyai satu tingkatan kolektibilitas.

 

II.2.            Format Laporan

Format Laporan kolektibilitas Pinjaman adalah sama mulai dari tingkat kecamatan sampai dengan tingkat nasional, kolom lokasi dilaporkan secara berjenjang tingkat kecamatan kolom lokasi menunjukkan desa-desa dalam kecamatan, tingkat kabupaten kolom lokasi menunjukkan kecamatan-kecamatan dalam kabupaten, tingkat provinsi kolom lokasi menunjukkan kabupaten-kabupaten dalam provinsi, dan tingkat nasional kolom lokasi menunjukkan provinsi sebagai berikut :

ÿ      Lokasi adalah lokasi yang dilaporkan.

ÿ      Saldo Pinjaman Bulan ini adalah jumlah pinjaman yang masih beredar di masyarakat dan harus sesuai dengan Laporan Perkembangan Pinjaman.

ÿ      Kolektibilitas I adalah jumlah pinjaman yang ada di kelompok lancar (tanpa tunggakan) untuk kolektibilitas ini dihitung risiko pinjaman di kelompok sebesar 1 % artinya pinjaman yang ada pada kelompok kategori ini mempunyai risiko pinjaman sebesar 1 % dari saldo pokok yang ada di kelompok.

ÿ      Kolektibilitas II adalah jumlah pinjaman yang ada di kelompok yang mempunyai tunggakan satu sampai dua bulan untuk kolektibilitas ini dihitung risiko pinjaman di kelompok sebesar 10 % artinya pinjaman yang ada pads kelompok kategori ini mempunyai risiko pinjaman sebesar 10 % dari saldo pokok yang ada di kelompok.

ÿ      Kolektibilitas III adalah jumlah pinjaman yang ada di kelompok yang mempunyai tunggakan tiga sampai empat bulan untuk kolektibilitas ini dihitung risiko pinjaman di kelompok sebesar 25 % artinya pinjaman yang ada pada kelompok kategori ini mempunyai resiko pinjaman sebesar 25 % dari saldo pokok yang ada di kelompok.

ÿ      Kolektibilitas IV adalah jumlah pinjaman yang ada di kelompok yang mempunyai tunggakan lima sampai enam bulan untuk kolektibilitas ini dihitung risiko pinjaman di kelompok sebesar 50 % artinya pinjaman yang ada pada kelompok kategori ini mempunyai risiko pinjaman sebesar 50 % dari saldo pokok yang ada di kelompok.

ÿ      Kolektibilitas V adalah jumlah pinjaman yang ada di kelompok yang mempunyai tunggakan di atas enam bulan untuk kolektibilitas ini dihitung risiko pinjaman di kelompok sebesar 100 % artinya pinjaman yang ada pada kelompok kategori ini mempunyai risiko pinjaman sebesar 100 % dari saldo polcok yang ada di kelompok.

ÿ      Total merupakan total saldo pinjaman dan jumlah pinjaman tiap-tiap kolorn kolektibilitas.

ÿ      Resiko Pinjaman adalah persentase risiko pinjaman sesuai dengan kategori kolektibilitas.

ÿ      Jumlah Pinjaman adalah total pinjaman kategori tiap-tiap kolektibilitas pinjaman.

ÿ      Jumlah Cadangan Risiko Pinjaman adalah perkalian antara risiko pinjaman dengan jumlah pinjaman pada tiap-tiap kolektibilitas. Rasio Cadangan Risiko Pinjaman adalah total jumlah cadangan risiko pinjaman dibagi dengan total jumlah pinjaman kemudian dikalikan 100 %

 

II.3.            Fungsi Laporan Kolektibifitas

Fungsi Laporan Kolektibilitas di antaranya :

  • Sebagai laporan pemetaan kualitas kelompok pada tiap-tiap lokasi.
  • Sebagai acuan dalam fasilitasi penyehatan pinjaman.
  • Rasio risiko pinjaman sebagai bahan pertimbangan untuk penentuan tingkat bunga dan pembagian surplus usaha.
  • Sebagai bahan dalam penentuan sanksi lokal.

 

 

III.   LAPORAN PERKEMBANGAN KELOMPOK

III.1.   Tujuan

Tujuan Laporan Perkembangan Kelompok adalah untuk mengetahui kondisi perkembangan seluruh kelompok yang masih aktif sebagai nasabah UPK (baik yang didanai dari sumber PPK maupun PNPM – Mandiri Perdesaan) dalam satu periode pelaporan yang digunakan sebagai bahan evaluasi dan kebutuhan penguatan kelompok.

 

III.2.   Format Laporan

Format Laporan Perkembangan Kelompok adalah sama mulai dari tingkat kecamatan sampai dengan tingkat nasionai, kolom lokasi dilaporkan secara berjenjang tingkat kecamatan kolom lokasi menunjukkan desa-desa dalam kecamatan, tingkat kabupaten kolom lokasi menunjukkan kecamatan-kecamatan dalam kabupaten, tingkat provinsi kolorn lokasi menunjukkan kabupaten-kabupaten dalam provinsi, dan tingkat nasionai kolorn lokasi menunjukkan provinsi sebagai berikut :

ÿ            Lokasi adalah lokasi yang dilaporkan

ÿ            Jumlah Kelompok Awal adalah jumlah seluruh kelompok (secara kumulatif) yang dinadai oleh BLM berdasarkan SPC dana BLM.

ÿ            Jumlah Kelompok yang dilayani saat Ini adalah jumlah kelompok yang masih menerima manfaat pada saat ini. Kelompok yang telah lunas tidak termasuk dalam laporan ini.

ÿ            Jenis Kelompok adalah jumlah tiap-tiap jenis kelompok yang sesuai dengan kategori/golongan jenis kelompok yang telah ditentukan. Jenis kelompok ini dibagi menjadi : kelompok aneka usaha (KAU), kelompok Usaha Bersama (KUB), Kelompok Simpan Pinjam (KSP) Campuran dan Kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP). Jumlah jenis kelompok ini harus sama dengan jumlah kelompok yang dilayani saat ini.

ÿ            Tingkat Perkembangan Kelompok adalah data perkembangan kelompok berdasarkan katagori tingkat perkembangan yang sesuai dengan ketentuan. Tingkat perkembangan kelompok dibagi menjadi pemula, berkembang dan mantap/siap. Jumlah tingkat perkembangan kelompok ini harus sama dengan jumlah kelompok yang dilayani saat ini.

ÿ            Fungsi Kelompok adalah data tentang fungsi kelompok yang dibedakan menjadi penyalur (chanelling) dan pengelola (executing) . Jumlah fungsi kelompok ini harus sama dengan jumlah kelompok yang dilayani saat ini.

ÿ            Peningkatan Jumlah Kelompok adalah jumlah kelompok yang dilayani saat ini dikurangi dengan jumlah kelompok awal.

ÿ            Pertumbuhan  Jumlah Kelompok adalah peningkatan jumlah kelompok dibagi dengan jumlah kelompok awal dikalikan 100 %.

 

III.3.   Fungsi Laporan Perkembangan Kelompok

Fungsi Laporan Perkembangan Kelompokini adalah sebagai berikut :

ü            Sebagai data base kondisi kelompok untuk kebutuhan fasilitasi pengembangan kelompok

ü            Sebagai indikator hasil fasilitasi kelompok

ü            Sebagai indikator pelayanan kegiatan pinjaman

 

 

IV.   LAPORAN PINJAMAN BERMASALAH

IV.1.    Tujuan

Tujuan Laporan pinjaman Bermasalah adalah untuk mengetahui kelompok pinjaman yang bermasalah dalam satu periode pelaporan yang dapat digunakan sebagai bahan evaluasi, pembinaan dan penyehatan kelompok yang mempunyai pinjaman bermasalah.

 

 

IV.2.    Format Laporan

Format Laporan Perkembangan Kelompok adalah sama mulai dari tingkat. kecamatan sampai dengan tingkat nasional, kolom lokasi dilaporkan secara berjenjang tingkat kecamatan kolom lokasi menunjukkan desa-desa dalam kecamatan, tingkat kabupaten kolom lokasi menunjukkan kecamatan-kecamatan dalam kabupaten, tingkat provinsi kolom lokasi menunjukkan kabupaten-kabupaten dalam provinsi, clan tingkat nasional kolom lokasi menunjukkan provinsi sebagai berikut :

ü            Lokasi adalah lokasi yang dilaporkan

ü            Jumlah Kelompok dalam wilayah.

ü            Jumlah Kelompok Bermasalah kolektibilitas di bawah 5.

ü            Jumlah Kelompok Bermasalah kolektibilitas 5.

ü            Jumlah Kelompok Bermasalah dengan penyebab permasalahan adalah kelembagaan

ü            Jumlah Kelompok Bermasalah dengan penyebab permasalahan adalah microfinance

ü            Jumlah Kelompok Bermasalah dengan penyebab permasalahan adalah penyalahgunaan

ü            Jumlah Kelompok Bermasalah dengan penyebab permasalahan adalah force majeure.

ü            Jumlah Pinjaman Bermasalah dengan kolektibilitas di bawah 5.

ü            Jumlah Pinjaman Bermasalah dengan kolektibilitas 5.

ü      Total Pinjaman Bermasalah

 

IV. 3.   Fungsi Laporan Pinjaman Bermasalah

Fungsi Laporan Perkembangan Kelompok ini adalah sebagai berikut :

ü            Sebagai data base kondisi kelompok bermasalah yang digunakan acuan pengelolaan Pinjaman Bermasalah.

ü            Sebagai indikator kondisi kelompok bermasalah.

ü            Sebagai indikator kualitas pengelolaan kelompok

 

V.     LAPORAN JENIS USAHA/KEGIATAN KELOMPOK

V.1.      Tujuan

Tujuan laporan jenis usaha kelompok adalah untuk mengetahui informasi tentang. jenis usaha kelompok yang didanai sebagai bahan fasilitasi penguatan oleh berbagai pihak.

V.2.      Format Laporan

Format Laporan Jenis Kegiatan/Usaha Kelompok adalah sama mulai dari tingkat kecamatan sampai dengan tingkat nasional, kolom lokasi dilaporkan secara berjenjang tingkat kecamatan kolom lokasi menunjukkan desa-desa dalam kecamatan, tingkat kabupaten kolom lokasi menunjukkan kecamatan-kecamatan dalam kabupaten, tingkat provinsi kolom lokasi menunjukkan kabupaten-kabupaten dalam provinsi, dan tingkat nasional kolom lokasi menunjukkan provinsi sebagai berikut :

¨      Lokasi adalah lokasi yang dilaporkan.

¨      Jumlah Kelompok yang dilayani saat ini adalah jumlah kelompok yang masih menikmati fasilitas pinjaman.

¨      Jenis Kegiatan/Usaha Kelompok adalah kegiatan atau usaha yang dijalankan oleh kelompok dengan pembagian sebagai berikut :

¨      Kelompok Simpan Pinjam adalah kelompok yang mempunyai kegiatan pengelolaan Simpanan dan pengelolaan Pinjaman.

¨      Kelompok Usaha Bersama/Aneka Usaha adalah kelompok yang menjalankan kegiatan/usaha pada sektor riil. Khusus untuk Jenis kelompok Aneka Usaha penggolongan jenis usaha didasarkan pada kecenderungan anggota/pemanfaat dalam menjalankan kegiatan/usahanya dan dibedakan menjadi.

1)    Aneka Jasa adalah jenis kegiatan yang menghasilkanjasa. Misalnya: usaha bengkei, usaha salon, usaha warung makan.

2)    Perdagangan Umum adalah jenis kegiatan perdagangan secara umum. Misalnya : perdagangan hasil bumi, perdagangan hasil perikanan, perdagangan hasil perkebunan, perdagangan sembako/kelontong.

3)    Aneka Industri adalah jenis kegiatan/usaha yang memproses bahan baku menjadi barang jadi (siap dijual). Misalnya : kelompok kerajinan rumah tangga, kelompok pembuatan genting/batubata, kelompok pengolahan makanan.

4)    Pertanian/perkebunan adalah       kegiatan/usaha proses pertanian/perkebunan yang  menghasilkan       hasil-hasil pertanian/perkebunan. Misalnya   kelompok petani sayur, kelompok petani buah.

5)    Peternakan adalah kegiatan/usaha dalam bidang peternakan. Misalnya : kelompok peternak sapi, kelompok peternak ayam.

6)    Perikanan/kelautan adalah kegiatan/usaha dalam bidang perikanan balk dalam penangkapan maupun budidaya hasil perikanan. Misalnya : kelompok penangkap ikan, kelompok budidaya rumput taut, kelompok budidaya lele/udang.

 

V.3.      Fungsi Laporan Jenis Kelompok

Fungsi laporan jenis kegiatan/usaha kelompok adalah sebagai berikut :

1)   Sebagai database jenis kegiatan kelompok untuk kepentingan fasilitasi pengembangan usaha.

2)   Sebagai informasi untuk instansi sektoral dalam pengembangan jaringan program sektoral.

3)   Memperkaya profit UPK dalam pengembangan kegiatan masyarakat.

 

 

VI. LAPORAN KEUANGAN MICROFINANCE

Laporan keuangan Microfinance – UPK saat ini merupakan bentuk laporan keuangan Neraca Microfinance dan Laporan Laba/ Rugi. Laporan keuangan tersebut merupakan instrumen akuntabilitas pengelolaan seluruh dana bergulir. Konsep laporan ini secara awal merupakan rekap transaksi dana program yang diadministrasikan dengan metode kas harian dan dalam perkembangannya beberapa lokasi yang mengelola dana bergulir memerlukan laporan keuangan secara khusus pengelolaan dana bergulir sehingga dapat dilakukan evaluasi hasil pengelolaan dana bergulir dalam aspek pendapatan, biaya, perkembangan modal, dsb.

Beberapa alasan hingga saat ini yang masih belum dapat diterapkan laporan khusus tersebut di antaranya: pendanaan operasional kegiatan tidak dapat dipisahkan antara mendanai kegiatan dana bergulir atau mendanai program (mendanai pertemuan-pertemuan yang bukan membahas kagiatan dana bergulir), pendapatan bunga bank BPPK tidak dapat dianggap sebagai pendapatan kegiatan dana bergulir. Dalam pelaksanaan pembuatan laporan keuangan microfinance UPK dapat mengacu pada pola administrasi yang telah ada (model buku kas harian) atau membuat administrasi dengan double entry (journal).

 

VI.1.    Tujuan

Memberikan informasi secara khusus hasil pengelolaan keuangan dan pengelolaan pinjaman dana bergulir dengan format pelaporan keuangan lembaga keuangan mikro.

 

VI. 2.   Fungsi Laporan Keuangan

Fungsi laporan keuangan pengelolaan dana bergulir sebagai informasi tentang pengelolaan keuangan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan sebagai berikut :

ü            Kebutuhan UPK secara internal adalah untuk mengetahui indikator-­indikator perkembangan pengelolaan secara periodik (misalnya: setiap bulan)

ü            Kebutuhan eksternal adalah untuk memenuhi pihak lain misalnya BP­UPK, BKAD, pihak lain yang akan melakukan kerja sama dengan UPK.

ü            Sebagai bahan analisis keuangan dengan lembaga sejenis.

 

VI.3.    Jenis Laporan Keuangan

ÿ            Neraca Microfinance

Adalah laporan posisi keuangan yang menggambarkan jumlah aktiva dan pasiva pads saat tertentu sesuai dengan penggolongannya.

1) Aktiva :

  • Kas adalah posisi saldo uang tunai yang ada setelah dilakukan cash opname untuk setiap jenis dana (Operasional, UEP, SPP, dsb)
  • Bank adalah posisi saldo dana bank sesuai dengan print-out setiap rekening bank (Operasional, UEP, SPP, dan sebagainya)
  • Saldo pinjaman adalah posisi jumlah pinjaman yang beredar di masyarakat pada saat pelaporan sesuai dengan jenis pinjaman (UEP, SPP, dsb)
  • Biaya Dibayar Dimuka adalah seluruh pengeluaran yang mempunyai manfaat lebih dari satu periode pelaporan, misalnya biaya sewa kantor.
  • Inventaris adalah aktiva tetap yang dibeli dan mempunyai manfaat lebih dari satu periode pelaporan keuangan.
  • Aktiva lain-lain adalah seluruh aktiva yang tidak dapat digolongkan pada jenis aktiva yang telah disebutkan di atas.

2) Pasiva :

  • Hutang adalah kewajiban atau sumber dana yang bersifat pinjaman baik berupa jangka pendek dan menengah atau panjang yang harus dikembalikan.
  • Modal alokasi adalah sumber dana awal yang dialokasikan untuk kegiatan microfinance. (dalam hal ini BLM untuk UEP dan SPP awal) ditambah dengan 2 % dana BLM.
  • Modal lain-lain adalah komponen sumber dana lain yang dapat dikategorikan sebagai modal .
  • Surplus/Defisit Ditahan adalah jumlah surplus/defisit yang digunakan untuk penambah modal, yang berasal dari hasil kegiatan tahun-tahun sebelumnya.
  • Surplus/Defisit Berjalan adalah jumlah surplus/defisit yang terjadi dalam periode laporan keuangan.

3) Laporan Rugi/Laba

Adalah laporan pendapatan dan biaya atas kegiatan yang dijalankan pada periode tertentu sehingga menghasilkan laba atau rugi.

 

a. Pendapatan

Pendapatan Operasional adalah pendapatan yang diperoleh dari jasa pinjaman atas pinjaman yang diberikan kepada peminjam.

–        Pendapatan Non Operasional adalah pendapatan yang bunga bank diperoleh dari rekening yang dimiliki oleh UPK.

–    Pendapatan Lain-lain adalah pendapatan selain pendapatan operasional maupun non-operasional, misalnya: Benda, penjualan inventaris, penjualan hadiah.

b. Biaya

–        Biaya Dana adalah biaya yang dikeluarkan yang berkaitan dengan sumber dana atau modal kerja untuk pendanaan pinjaman, misainya: UPK menerima dana program kerja sama dengan pihak luar yang dibebani tingkat bunga yang disepakati.

–     Biaya Operasional adalah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk mendanai kegiatan UPK dalam pengelolaan dana bergulir secara langsung, misalnya: honor, administrasi & umum, transpor, sewa kantor, penyusutan.

–        Biaya Penghapusan Pinjaman adalah realisasi penghapusan pinjaman yang dikeluarkan oleh UPK pada periode tersebut. Biaya Non-Operasional adalah seluruh pengeluaran biaya yang tidak termasuk dalam golongan tersebut di atas.

About zainulhadi

sebuah harapan yang lebih baik dan lebih baik lagi
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s